Awas Rekening Jebol! Google Peringatkan 1 Miliar HP Android Ini Tak Lagi Aman
Ilustrasi kerentanan keamanan pada perangkat Android lama yang berisiko terkena serangan siber-Belitong Ekspres/Gemini AI-
BELITUNG, BELITONGEKSPRES.CO.ID - Peringatan keras datang dari raksasa teknologi, Google di awal tahun 2026.
Sekitar 1 miliar pengguna ponsel Android di seluruh dunia kini dinyatakan dalam kondisi "lampu merah" alias sangat rentan terhadap serangan siber.
Penyebab utamanya bukan karena hacker yang makin jago, tapi karena perangkat yang digunakan sudah kedaluwarsa.
Data terbaru dikutip per Sabtu (7/2/2026) menunjukkan sekitar 40 persen HP Android yang beredar sudah tidak lagi menerima "tameng" keamanan.
Melansir laporan Phone Arena, Google mencatat hanya 57,9 persen ponsel yang menjalankan sistem operasi aman (Android 13 ke atas). Sisanya, sekitar 42,1 persen, masih terjebak di Android 12 ke bawah.
BACA JUGA:Siap-siap Cair! Google Bagi-bagi Duit Rp 2,2 Triliun, Cek Syaratnya
"Kiamat" Update untuk Android 12 ke Bawah
Masalah ini memukul rata pengguna yang membeli ponsel keluaran tahun 2021 atau sebelumnya.
Google secara resmi telah menyetop dukungan pembaruan keamanan (security patch) untuk Android 12 dan versi lawas lainnya.
Tanpa pembaruan ini, celah keamanan yang ditemukan hari ini tidak akan pernah ditambal. Artinya, ponsel Anda ibarat rumah tanpa pintu yang siap dimasuki maling digital kapan saja.
Berbeda dengan iPhone (iOS) yang pembaruannya serentak, Android memang punya masalah klasik fragmentasi.
anyak pabrikan HP yang malas memberikan update jangka panjang, membuat adopsi sistem operasi baru berjalan lambat.
Saat ini, tercatat hanya 7,5 persen pengguna yang sudah mencicipi Android 16. Sementara mayoritas masih tersebar di Android 15 (19,3%), Android 14 (17,2%), dan Android 13 (13,9%).
BACA JUGA:Lebih Canggih dari ChatGPT, Ini Keunggulan Gemini 3 yang Ubah Total Wajah Google Search
Risiko Fatal: Data M-Banking Bisa Lenyap
Apa risikonya jika nekat pakai HP jadul? Google menegaskan bahaya pencurian data sensitif. Mulai dari kata sandi media sosial, foto pribadi, hingga yang paling fatal: akses ke akun finansial dan Mobile Banking.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: