BELTONGEKSPRES.CO.ID - Harga timah dunia benar-benar membuat pasar tercengang atau terperangah di awal tahun 2026.
Dalam beberapa hari terakhir, komoditas ini melesat tajam dan sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah perdagangan modern.
Lonjakan harga timah terjadi di tengah kombinasi permintaan teknologi global, lonjakan spekulasi, hingga ketatnya pasokan dari negara produsen utama seperti Indonesia.
Harga Timah Dunia Tembus Level Tinggi
Di pasar global, harga timah di London Metal Exchange bergerak di kisaran USD 51.000 per ton.
BACA JUGA:Perbandingan Harga Emas Hari Ini: Antam Melonjak, Galeri24 Stagnan, UBS Begini
Dalam perdagangan terbaru, harganya bahkan sempat melonjak lebih tinggi sebelum terkoreksi.
Pergerakan agresif ini menjadikan timah sebagai salah satu komoditas dengan kenaikan tercepat di awal tahun.
Sempat Cetak Rekor, Lalu Terkoreksi
Mengacu data TradingEconomics, kontrak berjangka timah di Inggris sempat mencetak rekor tertinggi di level USD 56.800 per ton pada Senin, 26 Januari 2026.
Sehari berselang, Selasa 27 Januari 2026, harga masih bertahan tinggi di USD 55.700 per ton.
Namun pada Rabu, 28 Januari 2026, harga mulai turun ke level USD 54.232 per ton.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rekor Gila! Tertinggi Sepanjang Sejarah
Tekanan koreksi muncul setelah Shanghai Futures Exchange menghentikan perdagangan sejumlah klien.
Langkah ini diambil karena mereka tidak mengungkapkan total posisi transaksi, sebagai bagian dari upaya menahan reli spekulatif.
Permintaan Teknologi Dorong Lonjakan Harga
Sepanjang awal tahun 2026, harga timah telah melonjak lebih dari 40 persen.
Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya penggunaan timah sebagai bahan solder di industri elektronik dan pusat data.