Angka ini melonjak 43,52 persen dibandingkan rata-rata 2025 yang berada di level USD 34.140 per ton.
Harga Timah Hari Ini Turun 4,55 Persen
Pada perdagangan hari ini, Rabu 28 Januari 2026, mayoritas harga komoditas global bergerak melemah. Timah tak luput dari tekanan.
Berdasarkan data LME, harga timah turun 4,55 persen ke level USD 54.232 per ton. Meski terkoreksi, level harga ini masih tergolong sangat tinggi secara historis.
BACA JUGA:Polres Belitung Gagalkan Penyelundupan 49 Karung Timah Ilegal, Ini Pengakuan Sopir Truk
Dampak Positif ke Penerimaan Negara
Pemerintah menilai lonjakan harga timah membawa dampak positif bagi Indonesia. Terutama dari sisi penerimaan negara.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung menyebut kenaikan harga global berkontribusi langsung terhadap pendapatan negara.
“Dengan meningkatnya harga timah global, dari sisi penerimaan negara memberikan dampak positif peningkatan pendapatan,” ujarnya dikutip dari Antara.
Ia menegaskan, fokus pemerintah saat ini adalah menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan agar harga tidak jatuh tajam.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah pengawasan ketat terhadap tambang ilegal dan praktik penyelundupan.
BACA JUGA:Pemprov Babel Bersama PT Timah Bentuk 123 Koperasi Tambang, Langkah Nyata Sejahterakan Masyarakat
Indonesia Dinilai Punya Pengaruh Global
Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno menilai lonjakan harga timah dari USD 33.000 ke kisaran USD 50.000 per ton dipicu penertiban tambang ilegal.
Langkah ini dinilai mampu menekan penyelundupan timah ke pasar internasional. Sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam mempengaruhi sentimen harga komoditas global.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan harga komoditas timah masih akan menjadi sorotan pelaku pasar dunia sepanjang tahun 2026.***