Menutup Utang dan Kembali Bangkit, Kisah Pengusaha Lepas dari Jeratan Utang

Kamis 13-08-2026,22:42 WIB
Reporter : Yudiansyah
Editor : Yudiansyah

SURABAYA, BELITONGEKSPRES.CO.ID - Utang itu mengerikan. Namun, tidak berutang sering kali justru jauh lebih mengerikan bagi seorang pengusaha, apalagi ketika darah bisnisnya sedang mendidih untuk terus berlari.

Anda yang kebetulan sedang merintis usaha pasti tahu rasanya. Saat bisnis mulai merangkak naik, pesanan datang bertubi-tubi dan grafik penjualan menanjak, masalah baru muncul: kapasitas produksi sudah mentok.

Harus beli mesin baru. Harus tambah gudang. Harus rekrut karyawan.

Pertanyaannya satu: uangnya dari mana?

Pilihan pertama sering kali adalah mengambil utang. Begitu tanda tangan, suntikan dana segar langsung masuk rekening, mesin baru terbeli, kapasitas produksi naik dua kali lipat, dan cita-cita ekspansi pun terwujud.

BACA JUGA:Rumah di Gantung Digerebek, 28 Ton Timah Beltim Gagal Diselundupkan ke Malaysia, 3 Orang Diamankan

Namun, ada harga yang harus dibayar mahal. Setiap bulan ada cicilan, ada bunga atau margin yang terus mengejar, dan tanggal jatuh tempo mendadak berubah menjadi hantu yang paling menakutkan di akhir bulan.

Belum lagi risikonya jika pasar tiba-tiba lesu. Beban utang bisa langsung mencekik leher.

Dilema itu pula yang menggiring sekitar 500 pengusaha dari berbagai daerah di Indonesia memadati Ballroom Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis pagi, 13 Agustus 2026.

Mereka mengikuti talk show bertajuk Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang yang digelar Keluarga Besar SyaREA World bersama Harian Disway.

Sejak pagi, ratusan pengusaha dari berbagai sektor itu berdatangan membawa persoalan masing-masing. Ada yang sukses membangun usaha tanpa dibebani utang, tetapi banyak pula yang sedang berjuang keras menutup utang.

BACA JUGA:Promo Merdeka Escape Swiss-Belresort Belitung, Diskon Kamar hingga 20 Persen

Di tengah kondisi dunia usaha yang sedang baik-baik saja, persoalan utang tetap menjadi dilema bagi para pengusaha. Di satu sisi, utang bisa menjadi bahan bakar untuk ekspansi, tetapi di sisi lain dapat berubah menjadi beban ketika arus kas terganggu.

Di balik kebimbangan para pengusaha itu, Founder Disway Group Dahlan Iskan mencoba mencairkan suasana.

”Sekarang kita akan tampilkan orang-orang yang pernah musyrik. Beliau akan buka-bukaan di sini,” ucap Dahlan yang langsung disambut tawa ratusan peserta, seperti dikutip dari disway.id.

Kategori :