Menutup Utang dan Kembali Bangkit, Kisah Pengusaha Lepas dari Jeratan Utang

Kamis 13-08-2026,22:42 WIB
Reporter : Yudiansyah
Editor : Yudiansyah

Dalam sesi tersebut, lima pengusaha tampil sebagai pembicara. Mereka adalah Founder Dawang Group Tri Dawang, CEO PT Turrima Agro Mas Mulyono, CEO PT Keraton Agri Ponorogo Syaikhul Hadi, CEO PT Inspirasi Prima Nusantara Fauzi Priambodo, dan Zainur Rohman.

Dahlan menyebut kelima pengusaha tersebut sebagai orang-orang tangguh. Mereka berhasil membebaskan diri dari jeratan utang untuk kemudian kembali mengembangkan usaha, meski harus berdarah-darah dalam prosesnya.

BACA JUGA:Bikin Bangga! Pemain Muda Beltim Tampil di Piala Soeratin U-17 Jawa Timur 2026

”Misalnya Pak Syaikhul ini. Yang pernah berurusan dengan polisi karena menawarkan 800 cek kosong kepada supplier-nya. Dan kejadian itu terjadi di hotel ini. Katanya beliau tadi sempat trauma masuk sini,” celetuk Dahlan.

Tawa peserta kembali pecah.

Syaikhul membenarkan kejadian tersebut. Sebelum bergerak ke bisnis syariah, ia merupakan distributor benih dan pupuk pertanian.

Saat itu, Syaikhul mengakui terlalu agresif membangun pasar. Ia pun meminjam uang ke perbankan hingga miliaran rupiah untuk mengembangkan bisnis.

Namun, kondisi tersebut justru membuat pikirannya tidak tenang. Ia berada dalam dilema antara terus berekspansi atau menghentikan laju bisnis karena masih memiliki utang yang harus dibayar.

Apalagi, sang ayah kala itu mengingatkan Syaikhul mengenai kondisi tersebut.

”Saya tidak senang punya anak ada utang dan sekarang,” katanya.

Sejak saat itu, Syaikhul memutuskan untuk berubah. Ia kemudian bergabung dengan komunitas syariah yang kini bernama SyaREA World pada 2018.

BACA JUGA:Aplikasi XStar Permudah Petani dan Nelayan Beltim Akses BBM Subsidi, Ini Caranya

”Dan saat itu, saya berhenti untuk utang dan membayar semua tagihan bertahap,” kata pengusaha asal Ponorogo tersebut.

Dahlan pun memuji langkah Syaikhul. Ia memahami bahwa keputusan seperti itu tidak mudah bagi pengusaha yang sedang bergairah mengembangkan bisnis.

”Seperti mobil yang sedang ngebut, tapi diminta ngerem mendadak. Pasti oleng. Tapi beliau ini sepertinya tahu, kalau terus seperti itu, ngebut terus malah bisa masuk jurang,” katanya.

Kini, setelah berhasil menuntaskan utang, bisnis Syaikhul justru semakin berkembang. Jika dulu hanya berstatus agen, kini ia telah memiliki pabrik benih dan pupuk pertanian sendiri.

Kategori :