Percepatan juga dapat diterapkan secara responsif untuk wilayah yang mengalami bencana alam.
“Secara umum pemutakhiran dilakukan triwulanan. Namun, untuk kebutuhan program pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dan Program Indonesia Pintar (PIP), pemutakhiran data dipangkas dan dipercepat menjadi maksimal dua minggu,” terang Budi.
Mekanisme ini membuat pembaruan data dapat menyesuaikan kebutuhan program yang membutuhkan informasi sosial ekonomi lebih cepat.
BACA JUGA:Cek Sekarang! 5 Desil Prioritas Penerima Bansos September 2026
Cara Perbaikan Data Desil yang Tidak Sesuai
BPS juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut menjaga akurasi desil DTSEN.
Warga yang menemukan informasi keluarganya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat mengajukan usulan perbaikan atau sanggahan melalui sejumlah kanal resmi.
Saluran yang tersedia antara lain Cek Bansos Kemensos, aplikasi Cek Bansos, SIKS-NG melalui operator desa atau kelurahan, serta Cek DTSEN yang disediakan BPS.
Namun, pengajuan pembaruan tidak berarti posisi desil langsung berubah.
Data yang disampaikan masyarakat tetap masuk dalam proses pemutakhiran dan penghitungan sesuai metode yang berlaku.
Karena itu, warga perlu memberikan informasi yang benar dan sesuai dengan kondisi keluarga saat mengajukan pembaruan.
BACA JUGA:Kenapa Desil Dipakai untuk Bansos? Kemensos dan BPS Beri Penjelasan
DTSEN Terus Disinkronkan
DTSEN tidak hanya mengandalkan satu sumber informasi.
BPS sebelumnya menjelaskan bahwa pemutakhiran memanfaatkan data administrasi, hasil sensus dan survei, pembaruan dari kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, pengecekan lapangan, serta informasi yang diperbarui masyarakat secara mandiri.
DTSEN pada awalnya dibangun dengan mengintegrasikan DTKS, P3KE, dan Regsosek, kemudian diperkaya dengan data administratif lain dan disinkronkan dengan data kependudukan.
Hasil pemutakhiran tersebut kemudian digunakan untuk memperbaiki gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat.
BPS mencatat DTSEN Versi 3 Tahun 2026 mencakup sekitar 290,13 juta record individu dan 95,98 juta record keluarga.