BPS Percepat Pemutakhiran DTSEN, Data Desil Diperbarui Tiap 3 Bulan, Ini Cara Perbaikan

Rabu 23-09-2026,16:22 WIB
Reporter : Yudiansyah
Editor : Yudiansyah

BACA JUGA:Desil DTSEN Bisa Berubah? BPS Jelaskan Data yang Jadi Penentunya

Kenapa Pemutakhiran DTSEN Penting?

Bagi pemerintah, kualitas DTSEN berkaitan langsung dengan ketepatan sasaran berbagai program perlindungan sosial.

Data yang tidak lagi sesuai dapat membuat kondisi keluarga terbaca berbeda dari keadaan sebenarnya.

Sebaliknya, pembaruan data memungkinkan pemerintah mendapatkan gambaran yang lebih mutakhir ketika menentukan sasaran program.

Budi mengatakan pemanfaatan DTSEN juga mulai membantu menemukan masyarakat rentan yang sebelumnya belum tercatat dalam sistem pemerintah.

“Satu per satu keluarga yang tadinya tidak terdata kini tercatat secara akurat. Mereka yang tadinya 'tidak terlihat' oleh pemerintah kini menjadi ‘terlihat’,” katanya.

BACA JUGA:Cara Ubah Desil DTSEN 2026 Lewat HP, Siapkan KK dan NIK KTP

Penentuan Desil Tetap Bersifat Dinamis

Dalam sistem DTSEN, desil digunakan untuk menunjukkan posisi relatif kesejahteraan keluarga.

Karena kondisi sosial ekonomi dapat berubah dan data terus diperbarui, posisi tersebut juga dapat mengalami perubahan setelah proses pemutakhiran dan penghitungan dilakukan.

BPS sebelumnya menegaskan bahwa perubahan pada satu indikator tidak otomatis membuat posisi desil berubah. Berbagai karakteristik sosial ekonomi diperhitungkan secara bersama-sama dalam proses pemeringkatan.

Artinya, masyarakat tidak perlu berfokus pada upaya mengejar angka desil tertentu.

Yang lebih penting adalah memastikan informasi keluarga yang tercatat dalam DTSEN benar, lengkap, dan sesuai kondisi terkini.

BACA JUGA:Mudah! Cara Cek Desil Bansos September 2026 Lewat HP, Cukup Pakai NIK

Data Akurat Jadi Kunci Penyaluran Bansos

BPS menilai ketepatan data merupakan bagian penting dalam memastikan program pemerintah menjangkau kelompok yang menjadi sasaran.

Karena itu, pemutakhiran DTSEN dilakukan secara berkala dengan melibatkan BPS, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Budi menegaskan proses tersebut akan terus disempurnakan agar data yang digunakan pemerintah semakin menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Kategori :