Namun, beberapa warna yang dicantumkan justru berbeda dari pilihan yang diumumkan Apple secara resmi.
Perbedaan tersebut dapat menjadi salah satu petunjuk yang perlu diperhatikan calon pembeli ketika menemukan penawaran iPhone 18 di internet.
BACA JUGA:iPhone 18 Pro Max vs Galaxy S26 Ultra: Charging 15 Menit, Siapa Lebih Ngebut?
Situs tersebut juga menawarkan skema pembayaran yang memungkinkan pengguna tidak membayar seluruh harga perangkat di awal.
Bahkan, calon pembeli dijanjikan pengembalian dana penuh apabila pesanan dibatalkan.
Skema pembayaran yang terlihat fleksibel itu menjadi bagian lain dari cara situs palsu menarik perhatian calon korban.
Data Pribadi Ikut Diburu
Masalahnya, proses pemesanan tidak hanya meminta informasi yang berkaitan dengan pengiriman barang.
Calon pembeli diminta mengisi sejumlah data pribadi, mulai dari nama lengkap, nomor telepon, alamat email, kota tempat tinggal, hingga kontak WhatsApp.
Menurut Kaspersky, informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan rekayasa sosial. Data yang dikumpulkan dapat digunakan untuk menghubungi korban kembali dengan berbagai modus penipuan.
BACA JUGA:7 HP Murah 1 Jutaan 2026 yang Worth It, Speknya Makin Berani
Dalam proses berikutnya, pengguna juga dapat diminta memasukkan informasi kartu bank. Jika data tersebut jatuh ke tangan pelaku, risikonya tidak hanya menyangkut privasi, tetapi juga keamanan transaksi dan dana di rekening.
Karena itu, penawaran iPhone 18 dengan harga tidak wajar sebaiknya tidak langsung dipercaya hanya karena tampilannya menyerupai toko online profesional.
Kenali Tanda Situs Penipuan iPhone 18
Kaspersky mengingatkan pengguna untuk memperhatikan beberapa tanda sebelum melakukan transaksi online, terutama ketika membeli produk populer yang baru diluncurkan.
Harga yang terlalu murah menjadi salah satu sinyal yang perlu dicermati. Diskon besar tidak otomatis berarti penipuan, tetapi calon pembeli sebaiknya membandingkannya dengan harga dan promosi yang tersedia melalui saluran resmi.
Pilihan produk juga perlu diperiksa. Jika sebuah situs menawarkan warna, kapasitas, atau varian yang tidak tercantum dalam informasi resmi Apple, pengguna sebaiknya melakukan verifikasi lebih lanjut.
BACA JUGA:6 Alasan Content Creator Lebih Sering Pilih iPhone Ketimbang HP Android