Harga Kebutuhan Pokok di Tanjungpandan Relatif Stabil, Meski BBM Naik, Malah Ada yang Turun

Harga Kebutuhan Pokok di Tanjungpandan Relatif Stabil, Meski BBM Naik, Malah Ada yang Turun

Kepala Bidang Usaha Perdagangan DKUKMPTK Kabupaten Belitung, Rita Yuliani-Reza/BE-

BELITONGEKSPRES.CO.ID, TANJUNGPANDAN - Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung masih relatif stabil meski harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mengalami kenaikan.

Adapun harga kebutuhan pokok di Tanjungpandan masih relatif stabil berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Tenaga Kerja (DKUKMPTK) Kabupaten Belitung.

"Dari pantauan kami dilapangan, harga kebutuhan pokok masih relatif stabil meski harga BBM bersubsidi mengalami kenaikan," kata Kepala Bidang Usaha Perdagangan DKUKMPTK Kabupaten Belitung, Rita Yuliani kepada Belitong Ekspres, Rabu (21/9).

Lebih lanjut Rita mengatakan, namun ada sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan seperti telur ayam. Semula di jual Rp 1.600 per butir kini naik menjadi Rp 1.800 sampai Rp 2.000.

BACA JUGA:BPD Tanjung Rusa Gelar Musdes, Prioritas Kebutuhan Masyarakat

BACA JUGA:MenPAN-RB Kaget, Jumlah Honorer di Daerah Bengkak 3 Kali Lipat, 2022 Capai 1,1 Juta Orang

"Untuk harga telur ayam, memang ada trend kenaikan. Namun saya menilai hal tersebut bukan pengaruh dari BBM, tetapi lebih karena harga pakan yang mengalami kenaikan," terang Rita.

Selain itu, untuk harga daging sapi juga naik dari Rp 130 ribu menjadi Rp 150 ribu. Akan tetapim kenaikan harga tersebut sudah terjadi sejak tahun lalu.

"Untuk harga bawang merah Brebes harganya turun, sebelumnya di jual Rp 65 ribu sampai 70 ribu kini hanya Rp 38 ribu perkilo nya," jelasnya.

Ia menambahkan, untuk harga kebutuhan pokok di Belitung masih relatif stabil dan tidak bergejolak, meski adanya kenaikan harga BBM bersubsidi.

BACA JUGA:Indra dan Mayor Divonis 6 Bulan Penjara, Terbukti Melakukan Pencurian TBS Sawit di Dusun Petikan

BACA JUGA:Heboh, Informasi Rekrutmen PPPK Guru Lulus Grade Dibuka 22 September 2022, Waspada Hoaks

"Kenaikan harga, malah dipicu karena stok barang yang kosong dan faktor cuaca yang menyebabkan terhambatnya pengiriman," pungkasnya.

Sumber: