"Jangan karena FOMO. Kita harus tahu dan yakin apa token yang kita beli," ujarnya.
BACA JUGA:Dishub Beltim Targetkan Pelabuhan Segera Beroperasi, Bupati Beri Waktu 6 Bulan
Cerita Cuan Besar yang Berakhir Turun Lagi
Andy mengingatkan bahwa potensi keuntungan tinggi dalam investasi kripto selalu berjalan beriringan dengan risiko.
Investor perlu mengetahui profil risikonya masing-masing serta mempelajari produk sebelum menempatkan dana.
Untuk menggambarkan kondisi tersebut, Andy menceritakan pengalaman seorang staf Pintu yang sempat memperoleh keuntungan sangat besar dari investasi kripto.
Namun, keuntungan tersebut tidak segera direalisasikan.
Staf tersebut berharap harga aset akan terus naik sehingga memilih menahan asetnya. Ketika harga kemudian turun, keuntungan yang sebelumnya sudah terbentuk ikut terkikis.
Pengalaman itu menjadi gambaran bahwa keuntungan di atas kertas belum tentu menjadi keuntungan yang benar-benar direalisasikan.
"Investasi itu selain ada return, ada keuntungan, juga pasti ada risiko," katanya.
BACA JUGA:Harhubnas 2026 di Beltim, Warga Bisa Cek Kesehatan hingga Bayar Pajak di Terminal
Menurut Andy, investor perlu memahami bahwa pergerakan harga aset kripto dapat berlangsung cepat. Karena itu, keputusan membeli maupun mempertahankan suatu aset tidak seharusnya hanya didasarkan pada ekspektasi harga akan terus naik.
Blockchain Mulai Merambah Aset Dunia Nyata
Perkembangan industri kripto, menurut Andy, juga tidak hanya berkaitan dengan aktivitas jual beli aset digital.
Teknologi blockchain mulai digunakan untuk mengembangkan berbagai bentuk aset digital. Salah satunya melalui konsep tokenisasi aset dunia nyata atau Real World Asset (RWA).
Melalui konsep tersebut, aset yang berada di dunia nyata dapat direpresentasikan dalam bentuk token digital.
Andy menyebut emas, saham dan sejumlah instrumen lainnya sebagai contoh aset yang dapat masuk dalam perkembangan tokenisasi tersebut.
Menurut dia, perkembangan ini membuka bentuk baru dalam ekosistem keuangan digital.