Pemicu Guru SD Tanjungpandan Tampar Murid Ternyata Karena Ini, Dindikbud Belitung Berikan Penjelasan

Pemicu Guru SD Tanjungpandan Tampar Murid Ternyata Karena Ini, Dindikbud Belitung Berikan Penjelasan

Kabid GTK Dindikbud Kabupaten Belitung, Hasandi.--

BACA JUGA:Kasus Pelecehan Seksual di Magelang, Komjen Agus: yang Tahu Allah, Brigadir J dan Bu PC

Lebih lanjut, selayaknya kata Ozzie membangun rasa percaya diri anak-anak bukan dengan cara membangun rasa takut. Bukan juga membuat hawatir dengan adanya guru tempramen di sekolah. 

"Ini tidak boleh dibiarkan. Dinas pendidikan Belitung seharusnya memberikan atensi atas masih adanya cara-cara kekerasan anak SD di Tanjungpandan ini," sebutnya.

Kemudian, guru-guru yang tempramental seharusnya tidak ada atau tidak diperbolehkan bekerja atau ditempatkan di dalam lingkungan sekolah. 

Ozzie berharap Komnas anak dan aparat hukum harus memberikan perhatian untuk anak-anak yang mendapat kekerasan ini.

"Tidak ada sedikitpun ruang untuk kekerasan kepada anak anak. Say no untuk kekerasan kepada anak anak," tandas Owner Radio BFM  itu.

BACA JUGA:Pj Gubernur Babel Optimis Soal Regulasi Tambang, Ilegal menjadi Legal Butuh waktu

Tak hanya Ozzie, Ketua Lembaga Adat Melayu Belitung (Lambel), H Abdul Hadi Adjin, juga sangat menyesalkan tindakan terlalu kasar terhadap anak didiknya.

Kata Abdul Hadi Adjin, kejadian itu tentu sangat memalukan. Untuk itu, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belitung harus bertindak dengan cepat dan tegas.

"Saya harap kepala dinas bisa mengambil sikap terhadap anak didik yang mengalami kekerasan. Anak harus diberikan pembinaan jangan sampai mendapatkan tekanan jiwa yang berat," pintanya.

Kepala Sekolah Bungkam dan Dindikbud Bungkam

Belitong Ekspres berusaha mendatangi SD Negeri 33 yang ada di kawasan Air Kelubi, Desa Aik Rayak Tanjungpandan.

Namun pada saat itu, tampak kondisi sekolah sudah sepi. Siswa dan para guru SD Negeri 33 sudah meninggalkan sekolahan.

Saat diminta tanggapan kepala SD Negeri 33 Tanjungpandan Gusrina Sariwati terkesan bungkam dan enggan untuk berkomentar menanggapi peristiwa tersebut.

BACA JUGA:Kasus 8,873 Ton Timah Balok Baru Jerat 3 Tersangka, Pengusaha H.Ud dan Smelter Ditunggu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: