Perjalanan Karier Riva Siahaan: Dari Petinggi Pertamina hingga 'Mabok Oplosan BBM'

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan yang kini terjerat kasus korupsi BBM--(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nym)
BACA JUGA:Skandal Korupsi: Pertamina Klarifikasi Dugaan Oplosan Pertalite Jadi Pertamax, Ini Faktanya
Puncaknya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 16 Juni 2023, Riva resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, menggantikan Alfian Nasution yang kini menjabat sebagai Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero).
Tersandung Kasus Korupsi BBM
Sayangnya, kiprah Riva Siahaan di industri energi kini tercoreng. Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Subholding dan KKKS periode 2018–2023.
Dugaan pelanggaran ini disebut-sebut menyebabkan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri lebih mahal dari seharusnya, mengakibatkan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp193,7 triliun.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik, mengingat keterlibatan sosok penting di lingkungan Pertamina serta dampaknya yang besar terhadap perekonomian nasional. Kejaksaan Agung terus mengusut peran Riva Siahaan dan pihak-pihak lain yang diduga ikut terlibat dalam skandal ini.
BACA JUGA:Modus Korupsi Pertamina Terungkap: BBM Pertalite Dioplos Jadi Pertamax, Negara Rugi Rp193,7 Triliun
Tak hanya itu, status tersangka yang disematkan pada Riva memicu berbagai spekulasi mengenai transparansi bisnis dan mekanisme pengelolaan minyak mentah di Indonesia.
Publik kini menunggu perkembangan hukum lebih lanjut, termasuk potensi munculnya tersangka baru dalam kasus besar yang merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: