22 Korban Penipuan RisetCar di Belitung Tuntut Uang Kembali, Oknum Guru Bantah Jadi Pelaku

22 Korban Penipuan RisetCar di Belitung Tuntut Uang Kembali, Oknum Guru Bantah Jadi Pelaku

BARANG BUKTI: Korban Penipuan Aplikasi RisetCar di Belitung Tuntut Uang Kembali-Istimewa-

Menurut keterangannya, aplikasi RisetCar dikelola oleh PT Riset Teknologi Internet, sebuah perusahaan yang beralamat di Plaza Aminta Lantai 5, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Aplikasi ini menawarkan skema investasi penyewaan kendaraan otonom dengan sistem keanggotaan alias member. Kata dia, di awal-awal semuanya berjalan tanpa masalah.

BACA JUGA:Oknum Guru di Belitung Diduga Tipu Puluhan Orang Lewat Investasi Risetcar, Kerugian Ratusan Juta

BACA JUGA:Banyak Jabatan ASN di Pemkab Belitung Masih Kosong, Pj Sekda Paparkan Solusinya

“Awalnya berjalan normal. Saya juga ikut berinvestasi, bahkan menambah modal dari hasil yang diperoleh. Tapi setelah beberapa bulan, sistem berubah dan justru menjadi scam. Saya juga kehilangan uang,” jelas EA.

Ia menegaskan bahwa dirinya bukan pihak yang harus bertanggung jawab atas kerugian member. Pasalnya, para anggota masuk dengan kesadaran sendiri.

"Mereka transfer langsung ke rekening yang tertera di aplikasi tersebut, bukan ke saya. Jadi yang bertanggung jawab adalah perusahaan (aplikasi),” tegasnya.

Polisi Masih Dalami Laporan

Kasus ini kini sudah masuk ke tahap penyelidikan di Polres Belitung. Kasatreskrim AKP I Made Yudha Suwikarma membenarkan laporan para korban telah diterima dan masih diproses.

BACA JUGA:Investasi Tambak Udang di Beltim, PT VIP Janjikan 99 Persen Tenaga Kerja Lokal

BACA JUGA:Gubernur Babel Kawal Investasi Kelapa Rp1,6 Triliun, Mulai dari Pulau Belitung

“Kita masih kumpulkan bukti dan memeriksa saksi-saksi. Untuk nilai kerugian masih kita dalami. Perkembangan lebih lanjut akan kami informasikan,” ujar Kasatreskrim.

Dengan semakin banyaknya korban investasi bodong berbasis aplikasi seperti RisetCar, masyarakat diingatkan agar lebih waspada terhadap skema investasi yang menawarkan keuntungan cepat tanpa kejelasan regulasi.

Kasus ini juga menunjukkan pentingnya literasi keuangan digital bagi masyarakat Kabupaten Belitung di tengah maraknya investasi berbasis teknologi di Indonesia.**

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: