Mengenal Beras Analog Berikut Keunggulannya, Pangan Alternatif Selain Beras

Mengenal Beras Analog Berikut Keunggulannya, Pangan Alternatif Selain Beras

Beras Analog IPB--

BELITONGEKSPRES.CO.ID - Pernahkan anda mendengar beras analog? Beras ini bukan berasal dari padi melainkan dibuat dari bahan-bahan pangan lain tetapi butiran-butirannya dibentuk seperti beras yang dihasilkan padi.

Diciptakan oleh Prof Dr Ir Slamet Budijanto M.Sc, beras analog menggunakan pangan lain sumber karbohidrat seperti sorgum, sagu dan jagung. 

Untuk dapat dikonsumsi, beras analog diolah sama seperti beras padi. Bahkan rasanya pun sama dengan beras biasa yang dikonsumsi sehari-hari. Hanya saja warnanya tidak seputih beras padi.

Ada satu kelebihan beras analog yaitu lebih tahan lama dan tidak perlu dicuci saat akan dimasak.

BACA JUGA:Antisipasi Kenaikan Harga, Pemprov Terbitkan Surat Edaran HET Beras di Bangka dan Belitung

Karena dihasilkan dengan cara pengolahan pangan lainnya, maka beras analog tetap melengkapi kebutuhan gizi seseorang. Bahkan, kandungannya dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan konsumen.

Anda perlu tahu, beras analog dikembangkan oleh IPB (Institut Pertanian Bogor) dan sudah dipasarkan di outlet-outlet dan gerai Satuan Usaha Komersil IPB seperti Agrimart, Botani Mart, Serambi Botani dan mulai dijual di market online.

Penemunya bahkan melabeli beras analog sebagai salah satu diversifikasi pangan. Bentuknya menyerupai beras sehingga secara psikologis dapat membantu konsumen merasa kenyang layaknya makan beras padi.

Dikutip dari https://ipb.ac.id/page/berasanalog, ada beberapa keunggulan beras analog di antaranya:

BACA JUGA:Selain Dioplos, Dirut Perum Bulog Temukan Modus Baru Mafia Beras

  • Komposisi bahan baku bisa disesuaikan sesuai kebutuhan kesehatan konsumen.
  • Memiliki indeks glikemik rendah sehingga lambat meningkatkan kadar gula dalam darah.
  • Menyehatkan bagi penderita diabetes.
  • Kandungan gizi dapat disesuaikan.
  • Menggunakan bahan baku lokal.

Disarikan dari Dinas Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat, beras analog memiliki banyak kandungan. Salah satu hasil penelitian mereka yang dikerjasamakan dengan PMKT Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, beras analog yang dibuat dari jagung manis memiliki kandungan sebagai berikut :

1. Mengandung Kalori Tinggi

Jagung manis mengandung 86 kalori per 100 gram. Biji jagung manis cukup tinggi gula dan kalori dibandingkan dengan sayuran lainnya. Namun, jagung segar jauh lebih rendah kalori daripada keluarga jagung lainnya seperti gandum, beras dan lain-lain. 

BACA JUGA:Pemkab Belitung Timur MoU dengan Bulog, Beli Beras Petani untuk Dijual ke Para Pegawai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: