Pencegahan dan Mitigasi Bencana, BNPB Beri Bimtek SPAB Bagi Fasilitator di Beltim

Pencegahan dan Mitigasi Bencana, BNPB Beri Bimtek SPAB Bagi Fasilitator di Beltim

BNPB Pusat yang diwakili Direktorat Pencegahan mengadakan program bimbingan teknis fasilitator dan SPAB di Beltim, Rabu (13/7)--

Salah satunya menerapkan partisipatif yang berbasiskan pada hak asasi manusia dalam pengurangan resiko bencana serta intervensi terhadap generasi muda.

"Rekomendasi tersebut mengisyaratkan bahwa keterlibatan seluruh pihak termasuk masyarakat ikut serta dalam ketangguhan agar berperan optimal sebagai subjek dari mulai perencanaan, serta dalam upaya mitigasi bencana yang akan diimplementasikan," ungkap Prasinta.

Kata Prasinta, partisipasi ini juga mempertimbangkan peran generasi muda untuk melakukan inovasi, solusi kreatif dengan berbagai tantangan dan tren intensitas kejadian bencana yang meningkat setiap tahunnya.

BACA JUGA:Pemdes Ibul Gelar Pelatihan Wasit Sepak Bola dan Voli

Mitigasi kebencanaan melalui SPAB (satuan pendidikan aman bencana) adalah merupakan salah satu bentuk investasi pengetahuan kesiapsiagaan generasi penerus bangsa menghadapi ancaman bencana.

Dijelaskan Prasinta, Indonesia adalah satu negara dalam sistem pendidikan terbesar ketiga di dunia. Sementara di sisi lain Indonesia juga merupakan negara yang rawan bencana.

Di mana ada 11 ancaman bencana di Indonesia dengan lebih dari 75 persen satuan pendidikan Indonesia berada di wilayah resiko bencana. 

"SPAB menjadi upaya budaya sadar bencana di lingkungan satuan pendidikan. Ini sudah kita lakukan sejak tahun 2012. Namun perwujudan satuan pendidikan ini masih minim, baru sekitar 10 persen dari jumlah satuan pendidikan yang ada di daerah resiko bencana," sebut Prasinta.

BACA JUGA:Mau Dibawa Kemana Pariwisata Beltim? Aan Sedih Tempat Wisata Banyak Sampah

Merujuk data pada sekretariat nasional SPAB tahun 2020, keberlanjutan secara mandiri pelaksanaan program belum terlihat signifikan di daerah.

Sehingga di tahun 2021 BNPB melakukan inovasi strategi dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan pendidikan kebencanaan agar dapat berkolaborasi dan partisipatif. 

"Dengan keterwakilan semua pihak dalam pelaksanaam SPAB diharapkan dapat mewujudkan penyelenggaran program ini secara berkesinambungan melalui partisipatif dan sinergitas antar OPD atau lembaga lokal dapat mendukung terciptanya satuan pendidikan yang akan menerapkan SPAB secara lebih masif, efektif dan optimal," tutup Prasinta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: