Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Janda Garut di THM Belitung, Karena Asmara

Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Janda Garut di THM Belitung, Karena Asmara

Pelaku pembunuhan bernama Rahman Dahiri diringkus petugas Satreskrim Polres Belitung di Jalan Kamboja Kelurahan Pangkallalang, Tanjungpandan--

Diduga wanita yang berprofesi sebagai pemandu lagu (karaoke) tewas di tangan kekasihnya yang saat ini masih buron. Hingg kini aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

BACA JUGA:Adriansyah dan Putra Wijaya Juara Grasstrack Peduli Beltim 2022 di Sirkuit Jangkar Asam

Rini (Mami) salah satu saksi mengatakan, sebelum kejadian, pelaku bersama rekannya masuk ke THM itu sekitar pukul 01.00 WIB. Lalu memesan minuman beralkohol sebanyak lima botol.

Setelah itu keduanya duduk di meja yang ada di lokasi THM. Pada saat itu pelaku juga meminta ditemani oleh korban Dea.

Tak selang beberapa lama, tiba-tiba keributan terjadi antara korban dan pelaku. Hingga akhirnya terjadilah kasus pembunuhan tersebut.

"Setelah itu, pelaku dan temannya kabur menggunakan mobil. Sedangkan korban bersimbah darah dan meninggal dunia di tempat," kata Rini kepada belitong Ekspres.

BACA JUGA:PT Timah Tbk Semarakkan HUT ke 67 Desa Baru, Kolaborasi dengan Masyarakat

Jajaran Satreskrim Polres Belitung yang mengetahui kejadian pembunuhan itu langsung menuju ke lokasi THM. Tim Inafis Satreskrim Polres melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Marsidi Judono Tanjungpandan untuk dilakukan visum luar. Dari hasil visum, ditemukan sejumlah tusukan di tubuh korban.

"Kita sudah melakukan visum pada pukul 05.00 WIB. Saat dilakukan visum korban sudah dalam keadaan meninggal dunia" kata Dokter Umum RSUD dr H Marsidi Judono dr Riko Sampurna.

BACA JUGA:Temuan BPK RI Soal Tunjangan Pengurus KONI Beltim Tak Perlu Dikembalikan Pas Jatuh Tempo

Dia menjelaskan, korban meninggal dunia setelah mengalami tusukan di sejumlah bagian. Yakni perut, lengan, punggung dan yang paling parah di bagian tulang ekor.

"Pelaku melakukan penusukan terhadap korban dengan menggunakan pisau," jelas dr Riko Sampurna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: