BKKBN Babel Berikan Orientasi TPK Kader di Belitung

BKKBN Babel Berikan Orientasi TPK Kader di Belitung

Kepala BKKBN RI, dr Hasto Wardoyo saat mengukuhkan Bupati Belitung Sahani Saleh sebagai bapak asuh stunting di Kabupaten Belitung--

TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.CO.ID - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bangka Belitung (Babel) memberikan orientasi tim pendampingan keluarga (TPK) bagi kader di Kabupaten Belitung.

TPK Kabupaten Belitung sejumlah 133 orang terdiri dari Kecamatan Membalong 19 tim, Tanjungpandan 61 tim, Badau 18 tim, Sijuk 32 tim dan Selat Nasik 6 tim.

Kepala BKKBN Pusat, dr. Hasto Wardoyo turut hadir memberikan materi pada kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Rabu (1/3/2023).

"TPK itu terdiri dari bidan, Kader PKK dan Kader KB. Tugasnya yakni mendeteksi dini faktor resiko stunting lalu pendampingan dan surveilans diantaranya penyuluhan, fasilitasi pelayanan rujukan dan penerimaan bantuan sosial," kata dr. Hasto Wardoyo.

Hasto Wardoyo mencontohkan, tugas dari TPK Kader tersebut seperti mendampingi mereka yang mau nikah supaya sehat sebelum kawin.

Makanya, bagi pasangan yang ingin menikah agar melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Seperti lingkar lengan atas wanita usia subur di Indonesia setidaknya harus berukuran 23,5 cm sebelum hamil. "Nah ini peran TPK mendampingi mereka itu," sebutnya.

BACA JUGA:Tim Kerja Bidang KBKR Adakan Pertemuan Nasional Di Belitung

Hasto juga menjelaskan, bahwa beberapa kriteria orang stunting yakni tinggi badan cenderung pendek, kemampuan intelektual kurang dan ketika tua tumbuhnya bukan ke atas tetapi di tengah.

"Stunting itu diturunkan oleh keluarga, maka dari itu calon penganten yang ingin bekeluarga itu harus sehat, kemudian setelah bekeluarga didampingi oleh TPK ini," jelasnya.

Maka dari itu, dalam percepatan penurunan angka stunting itu juga menjadi tugas TPK. Ia berharap, kerja bersama mereka sangat diperlukan.

Selain itu, ia meminta kepada Kemenag Belitung bisa menggarahkan agar pasangan yang ingin menikah itu bisa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

"Di antaranya mengisi elektronik siap nikah,siap hamil, dan nanti keluar sertifikat pra nikah baru dinikahkan," ujar Hasto.

Dia melanjutkan, di Belitung ini orang yang mau nikah sebulan sekitar 150, dan setahun sekitar 1500, lalu yang melahirkan sekitar 1200.

"Dari 1200 itu kalau stuntingnya masih 20 persen berarti sekitar 240 bayi setiap tahun, nah kalau itu bisa dicegah itu sangat luar biasa penurunan angka stuntingnya," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: