Illegal Logging di HL Gunung Tajam Diduga Dibekingi Oknum, Begini Respon Kapolsek Badau

Illegal Logging di HL Gunung Tajam Diduga Dibekingi Oknum, Begini Respon Kapolsek Badau

Para pendaki saat menunjukkan pohon yang ditebang oleh oknum tidak bertanggung jawab di kawasan HL Gunung Tajam-Ist-

TANJUNGPANDAN, BELITONGEKSPRES.CO.ID - Aktivitas Pembalakan liar Hutan Lindung (HL) Gunung Tajam, Desa Kacang Butor, Kecamatan Badau, Belitung, diduga sudah berlangsung sejak lama. 

Tak hanya itu, pembalakan liar atau illegal logging pohon di kawasan HL Gunung Tajam diduga dibekingi oleh oknum di Bangka Belitung (Babel). 

Dugaan keterlibatan oknum terkait pembalakan liar di HL Gunung Tajam itu diungkapkan oleh sumber yang dapat dipercaya kepada Belitong Ekspres, Senin (13/3/2023).

Menurut pria yang enggan disebutkan namanya ini, aktivitas penebangan liar pohon di kawasan Gunung Tajam Belitung sudah lama terjadi. 

BACA JUGA:Pembalakan Liar di Kawasan HL Gunung Tajam Belitung, Belasan Mesin Denso Berderu

"Mereka memotong kayu dengan menggunakan mesin Denso. Lalu dibawa ke bawah. Penebangan pohon secara membabi buta ini tentu sangat meresahkan," ungkap pria itu.

Bahkan, kata dia aktivitas ilegal logging sempat dilaporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI). 

Setelah itu, jajaran Kementerian dan anggota Polhut datang ke lokasi. Namun, pada saat mereka tiba di Gunung Tajam, para pelaku pembalakan liar sudah tidak ada di tempat.

"Para penebang kayu liar di kawasan Hutan Lindung Gunung saat itu sudah sepi. Diduga razia bocor. Tapi beberapa waktu kemudian mereka beraktivitas kembali," jelasnya.

Masih menurut pria itu, penebangan liar tersebut jelas melanggar undang-undang kehutann dan sangat mengganggu. Apalagi, saat ini Gunung Tajam sering dikunjungi wisatawan dari Pulau Jawa untuk berziarah ke Makam Syech Abu Bakar Abdullah.

BACA JUGA:Gp Ansor Belitung Minta Aparat Tindak Tegas THM Tidak Berizin, Siap Kawal Berantas Kemaksiatan

"Kemarin banyak kiai dari Jawa datang berziarah. Kami malu pada saat membawa mereka, lalu terdengar suara mesin denso yang sangat keras," ungkap pria asal Tanjungpandan itu.

"Kami berharap, tidak ada lagi penebangan liar lagi di Gunung Tajam. Karena, mengganggu ekosistem hutan dan berdampak terhadap tanah di Gunung Tajam sehingga dapat menyebabkan longsor," sambungnya.

Sementara itu, Kapolsek Badau Iptu Niko Panderi belum bisa berkomentar banyak mengenai adanya dugaan penebangan liar di Hutan Lindung Gunung Tajam. "Terima kasih atas informasinya," kata Niko saat dihubungi Belitong Ekspres.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pohon yang ada di Hutan Lindung (HL) Gunung Tajam dibabat oknum tidak bertanggung jawab. Hal itu terlihat dari banyaknya bekas penebangan pohon di lokasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: