Update Kasus Penyelewengan ACT, Donasi Capai Rp 2 Triliun, 'Disunat' Ratusan Miliar

Update Kasus Penyelewengan ACT, Donasi Capai Rp 2 Triliun, 'Disunat' Ratusan Miliar

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan saat memberi keterangan terkait perkembangan kasus ACT di Mabes Polri, Jumat (29/7).-Foto: Fransiskus Adryanto Pratama/JPNN.com-

BACA JUGA:Jadi Tersangka, Erwin Bukan Satu-satu Pemilik 8,873 Ton Timah Balok Ilegal, Masih Ada Lagi?

Pencekalan dilakukan untuk pepentingan penyidikan, sebab dikhawatirkan para tersangka melarikan diri keluar negeri. 

Keempat tersangka yang dicekal yaitu, mantan Presiden ACT Ahyudin, Presiden ACT Ibnu Khajar, Senior Vice President Operational Global Islamic Philantrophy Hariyana Hermain, dan Novariandi Imam ketua Dewan Pembina ACT.

“Bareskrim Polri meminta bantuan kepada Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk melakukan pencekalan atau pencegahan ke luar negeri keempat tersangka,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Nurul Azizah. 

BACA JUGA: Theo, Residivis Narkoba di Belitung Divonis 6 Tahun 6 Bulan Penjara

Diberitakan sebelumnya, dana CSR untuk korban kecelakaan pesawat Lion Air rute Jakarta - Pangkalpinang 2018, diselewengkan oleh petinggi yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Berdasarkan hasil pengembangan Tipideksus Bareskrim Polri, kasus penyelewengan CSR atau dana bantuan sosial ACT untuk Lion Air ikut menyeret Koperasi Syariah 212. 

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan, pengurus Koperasi Syariah 212 itu akan segera diperiksa. 

BACA JUGA:Sinyal Untuk WPR di Babel, Pemprov Usulkan ke Kementerian ESDM

Tercatat ada Rp 10 miliar dana dari ACT yang mengalir ke koperasi tersebut. Dana itu merupakan bagian dari Rp 34 miliar yang diduga diselewengkan eks Presiden ACT Ahyudin dkk.

"Siapa pengurusnya, nanti ditanya, semua didalami, untuk apa? Kan, terafiliasi dengan perusahaannya (ACT, red)," kata Whisnu Hermawan dilansir dari jpnn.com, Selasa (26/7). 

Jenderal bintang satu itu menambahkan, agenda pemeriksaan pengurus Koperasi Syariah 212 kemungkinan dilakukan pekan depan.

BACA JUGA:10 Pelaku Usaha Terima Bantuan Program Keluarga Bina Ummat Kemenag Belitung

Sekarang ini penyidik Bareskrim Polri masih fokus pada pemeriksaan terhadap Ahyudin dkk yang sudah ditetapkan sebagai tersangka penyelewengan dana ACT.

"Mungkin minggu depan (periksa pengurus Koperasi Syariah 212). Kami lagi undang, pemanggilan untuk tersangka Jumat, begitu," ujar Brigjen Whisnu Hermawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: